Kamis, 10 November 2016

Invitation Letter

October, 20th 2016
To :

General Manager of XWZ.Inc
Place, Kelapa Dua Depok

Sub : Build Recidences With Go Green Concept

Dear Sir/Madam

Podomoro Land Companya invite XWZ.Inc to cooperate in building the recidences with “Go Green Concept”. The reason why we choose is to create a place to stay safe, healthy, and convinient for people. Proposal residence will discuss at the early meeting.
The first meeting will be held on :
Date                :  30th October 2016
Points              :  Podomoro Land Company, Kelapa Dua street No.100 Depok
Time                :  09:00 to 11:00
We Hope that your presence, and let us know your confirmation






  Sincerely yours,




(General Manager)


Rabu, 09 November 2016

Paragraf Deduktif dan Paragrad Induktif

Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif

1.      Paragraf Deduktif      
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu memaparkan hal umum terlebih dahulu kemudian menjabarkan hal – hal khusus. Dengan kata lain paragraf ini meletakkan gagasan utamanya pada kalimat utama di awal paragraf. 
Contoh  :
        Handphone  xiaomi note 2 memiliki banyak keunggulan. Beberapa keunggulan yang menonjol adalah harganya yang sangat murah. Walaupun harganya murah, tetapi kualitasnya tidak murahan. Selain itu, xiaomi  juga memiliki kapasitas RAM yang cukup besar.  Kapasitas RAM  xiaomi note 2 adalah 2GB. Keunggulan lainnya yaitu kita dapat mendownload tema-tema  HP di app store xiaomi.

2.      Paragraf Indukif
Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu dengan cara menjabarkan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian disimpukan menjadi suatu hal yang umum. Dengan kata lain, paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pola paragraf ini biasanya dipakai dalam paragraf generalisasi, sebab – akibat, akibat – sebab, dan analogi.
Contoh :

      Ani selalu membantu ibunya dirumah. Ia membantu ibunya memasak setiap sore. Ani juga pintar di sekolahnya. Ani selalu membaca dan memperlajari materi di sekolah yang belum pernah diajarkan gurunya. Ia juga anak yang santun dan ramah. Oleh karena itu, Ani dijuluki anak yang baik.

Selasa, 08 November 2016

Ciri - Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya

CIRI- CIRI KALIMAT EFEKTIF

1.      Kesepadanan
Kesepadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat.
a.      Mengandung unsur gramatikal (SPOK)
Contoh :
·         Tidak Efektif :  Richard bermain basket.
·         Efektif : Richard bermain basket di halaman rumah.
b.      Tidak menjamakkan objek
Contoh :
·         Tidak efektif : Lucy sedang membaca, Lucy mengerjakan PR.
·         Efektif : Lucy sedang membaca, mengerjakan PR.
2.      Kesejajaran
Kesamaan bentuk kata atau imbuhan pada satu kalimat
Contoh :
·         Tidak efektif : Kiwi itu dimakan Dona setelah kulitnya mengupas.
·         Efektif : Kiwi itu dimakan Dona setelah kulitnya dikupas.
3.      Ketegasan
Memberikan penekanan dalam suatu kalimat, dengan cara :
a.      Meletakkan kata yang diinginkan ditonjolkan didepan kalimat.
·         Tidak efektif : Akira bermaksud baik dengan cara menolongnya.
·         Efektif : Maksud baik Akira dengan cara menolongnya.
b.      Membuat urutan yang bertahap
·         Tidak efektif : Rapat sekolah itu dihadiri guru, kepala sekolah dan orangtua murid
·         Efektif : Rapat sekolah itu dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru, dan Orangtua murid.
c.       Melakukan pengulangan kata
·         Tidak efektif : Gadis itu cantik, cerdas.
·         Efektif : Gadis itu cantik, gadis itu juga pintar.
d.      Menggunakan partikel –lah, -pun, -kah
·         Tidak efektif : Sayuran tidak enak tetapi menyehatkan.
·         Efektif : Walaupun sayuran tidak enak tetapi menyehatkan.
4.      Kehematan
Tidak menggunakan kata frasa yang tidak diperlukan
Contoh
·         Tidak efektif : Karena Luna tidak dianggap oleh pacarnya, Luna merasa sedih.
·         Efektif : Luna merasa sedih karena tidak dianggap oleh pacarnya.
5.      Kecermatan
Tidak memberikan makna ganda (ambigu)
Contoh :
·         Tidak efektif :  Hanphone baru dibeli ditoko rusak.
·         Efektif :  Handphone yang baru dibeli ditoko sudah rusak.
6.      Kepaduan
Tidak bertele-tele dan langsung pada inti kalimat
Contoh :
·         Tidak efektif : Rapat ini membahas tentang retret murid kelas tiga SMA
·         Efektif : Rapat membahas retret tingkat akhir.
7.      Kelogisan
Unsur – unsur dalam kaliamat harus berdasarkan logika dan nyata
Contoh :
·         Tidak efektif : Waktu dan tempat kami persilahkan.
·         Efektif : Ibu Gubernur kami persilahkan.
1.      Kesepadanan
Kesepadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat.
a.      Mengandung unsur gramatikal (SPOK)
Contoh :
·         Tidak Efektif :  Richard bermain basket.
·         Efektif : Richard bermain basket di halaman rumah.
b.      Tidak menjamakkan objek
Contoh :
·         Tidak efektif : Lucy sedang membaca, Lucy mengerjakan PR.
·         Efektif : Lucy sedang membaca, mengerjakan PR.
2.      Kesejajaran
Kesamaan bentuk kata atau imbuhan pada satu kalimat
Contoh :
·         Tidak efektif : Kiwi itu dimakan Dona setelah kulitnya mengupas.
·         Efektif : Kiwi itu dimakan Dona setelah kulitnya dikupas.
3.      Ketegasan
Memberikan penekanan dalam suatu kalimat, dengan cara :
a.      Meletakkan kata yang diinginkan ditonjolkan didepan kalimat.
·         Tidak efektif : Akira bermaksud baik dengan cara menolongnya.
·         Efektif : Maksud baik Akira dengan cara menolongnya.
b.      Membuat urutan yang bertahap
·         Tidak efektif : Rapat sekolah itu dihadiri guru, kepala sekolah dan orangtua murid
·         Efektif : Rapat sekolah itu dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru, dan Orangtua murid.
c.       Melakukan pengulangan kata
·         Tidak efektif : Gadis itu cantik, cerdas.
·         Efektif : Gadis itu cantik, gadis itu juga pintar.
d.      Menggunakan partikel –lah, -pun, -kah
·         Tidak efektif : Sayuran tidak enak tetapi menyehatkan.
·         Efektif : Walaupun sayuran tidak enak tetapi menyehatkan.
4.      Kehematan
Tidak menggunakan kata frasa yang tidak diperlukan
Contoh
·         Tidak efektif : Karena Luna tidak dianggap oleh pacarnya, Luna merasa sedih.
·         Efektif : Luna merasa sedih karena tidak dianggap oleh pacarnya.
5.      Kecermatan
Tidak memberikan makna ganda (ambigu)
Contoh :
·         Tidak efektif :  Hanphone baru dibeli ditoko rusak.
·         Efektif :  Handphone yang baru dibeli ditoko sudah rusak.
6.      Kepaduan
Tidak bertele-tele dan langsung pada inti kalimat
Contoh :
·         Tidak efektif : Rapat ini membahas tentang retret murid kelas tiga SMA
·         Efektif : Rapat membahas retret tingkat akhir.
7.      Kelogisan
Unsur – unsur dalam kaliamat harus berdasarkan logika dan nyata
Contoh :
·         Tidak efektif : Waktu dan tempat kami persilahkan.
·         Efektif : Ibu Gubernur kami persilahkan.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Pengertian dan Contoh Ragam Bahasa

A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda  dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut  bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain,  termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon,  seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas  tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi  atau ragam tersendiri.\

B, Jenis-jenis Ragam Bahasa

1. Berdasarkan Media yaitu :

A) Ragam Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan  fonemena sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan  tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara  dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak  tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
Contoh : Enggak sengaja Minion menginjak pecahan gelas, hingga kakinya  luka

B) Ragam Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita  berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa  dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut  adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun  susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan  penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh : Minion tidak sengaja menginjak pecahan gelas sehingga kakinya terluka.

2. Berdasarkan Situasi :

A) Ragam Resmi
Ragam bahasa resmi memiliki sifat kemantapan berupa kaidah dan aturan  tetap. Ragam formal menggunakan kosakata baku dan kalimatnya  terstruktur lengkap. 
Contoh : isi surat undangan rapat dinas.

B) Ragam Tak Resmi
Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam  suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau  yang berbentuk lisan.
Contoh : dalam percakapan sehari-hari.

C) Ragam Akrab
Ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap  kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, atau rendah. Statusnya, atau apabila topik pembicaraan bersifat tidak resmi.
Contoh : bahasa yang digunakan para anak muda (bahasa gaul)

D) Ragam konsultasi
Ketika kita mengunjunggi seorang dokter, ragam bahasa yang kita gunakan adalah ragam bahasa  resmi. Namun, dengan berjalannya waktu terjadi alih kode. Bukan bahasa resmi yang digunakan, melainkan bahasa santai. Itulah ragam bahasa konsultasi.




Sumber :
https://www.scribd.com/doc/229716657/Ragam-Bahasa-Berdasarkan-Situasi-Pemakaian
https://id.wiktionary.org/wiki/ragam_akrab

Selasa, 14 Juni 2016

Contoh Perusahaan Pailit

A. Pengertian Kepailitan
Kepailitan merupakan suatu proses dimana seorang debitur yang mempunyaikesulitan keuangan untuk membayar utangnya dinyatakan pailit oleh pengadilan' dalam halini pengadilan niaga' dikarenakan debitur tersebut tidak dapat membayar utangnya. 8artadebitur dapat dibagikan kepada para kreditur sesuai dengan peraturan pemerintah.
B. Penyebab terjadinya kepailitan
Ø Berhentinya debitor yang membayarkan utang kepada kreditor
Ø Kurang baik atau tepatnya struktur organisasi
Ø Jaringan organisasi sempit dan tidak ada yang mengetahui
Ø Tidak memiliki hubungan bisnis yang menguntungkan
Ø Kurangnya kerjasama antar organisasi
Ø Kurang memadainya sistem permodalan dan dokumentasi organisasi.

C. Contoh perusahaan yang mengalami kepailitan
New York (Wall Street)
NEW YORK - Wall Street menutup bulan terbaik dalam 20 tahun dengan tidak sempura. Kegagalan dari perusahaan perdagangan MF Global Holdings Ltd dan kekhawatiran baru tentang krisis utang Eropa memukul saham keuangan, sehingga membuat Dow Jones cs terpuruk. Dilansir dari Reuters, Selasa (1/11/2011), Dow Jones Industrial Average ambles 276,10 poin atau 2,26 persen ke 11.955,01. Indeks Standard & Poor 500 turun 31,79 poin atau 2,47 persen ke 1.253,30. Sementara Nasdaq Composite Index terpuruk 52,74 poin atau 1,93 persen ke 2.684,41. Pelemahan ini menandakan bila "kesengsaraan" krisis Eropa belum berakhir. Obligasi Italia dan Spanyol melonjak, mendorong Bank Sentral Eropa untuk membeli utang. Sementara saham bank-bank Eropa berada di bawah tekanan jual yang berat. Diketahui, sebuah broker berjangka di Amerika Serikat (AS), MF Global Holdings Ltd, yang  membuat taruhan besar pada utang Eropa, mengajukan perlindungan kebangkrutan sehingga menjadi korban terbesar di AS dari krisis zona euro. Perdagangan saham MF Global pun dihentikan. Hal ini membuat saham keuangan merosot tajam. Saham Morgan Stanley turun 8,6 persen  menjadi USD17,64. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sudah diputuskannya kesepakatan penanganan krisis zona Eropa pekan lalu. "Kami memulai hari dengan lebih banyak pertanyaan tentang Uni Eropa. Kemudian masalah MF Global datang, di mana kebangkrutan mereka tidak diketahui," kata Managing Director  Southwest Securities, Mark Grand.




Sumber:
http://www.academia.edu/9391574/Suwarsit_S.H._M.H._C.L.A_ANALISIS_KASUS_KEPAILITAN_PT_CIPTA_TELEVISI_PENDIDIKAN_INDONESIA_TPI_DAN_PERGANTIAN_NAMA_MENJADI_MNCTV_
http://dokumen.tips/documents/contoh-perusahaan-yang-pailit.html

Leasing (Sewa Guna Usaha)


  • Pengertian Leasing

     Leasing berasal dari kata lease yang berarti sewa atau lebih umum diartikan sewa menyewa, yaitu pembiayaan peralatan atau barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Menurut Financial Accounting Standar Board (FASB), leasing is an agreement coonveying the right to use property, plant or equipment (land and/or depreciable asets) usulally for a stated period of time”. Pemerintah Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, mendefenisikan leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama. Sedangkan menurut PSAK Nomor 30 (Revisi 2007) tentang Sewa, leasing adalah suatu perjanjian di mana lessor memberikan hak kepada lessee untuk menggunakan suatu aset selama periode yang disepakati dan sebagai imbalannya, lessee melakukan pembayaran kepada lessor. Sewa diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sewa pembiayaan (capital lease atau financing lease) dan sewa operasi (operating lease).
  • Pihak yang terlibat dalam leasing
  1. Lessor, merupakan perusahaan leasing yang membiayai keinginan para nasabahnya untuk memperoleh barang-barang modal.
  2. Lessee, merupakan nasabah yang mengajukan permohonan leasinng kepada lessor untuk memperoleh barang modal yang diinginkan.
  3. Supplier, merupakan pedagang yang menyediakan barang yang akan di leasingkan sesuai perjanjian antara lessor dan lessee.
  4. Perusahaan Asuransi, merupakan perusahaan yang akan menanggung resiko terhadap perjanjian antara lessor dan lessee, Dalam hal ini lessee dikenakan biaya asuransi dan apabila terjadi sesuatu, maka perusahaan akan menanggung resiko sebesar sesuai dengan perjanjian terhadap barang yang di leasingkan selama masih dalam jangka waktu kredit.
  • Contoh perusahaan leasing
  1. BCA Finance
  2. Clipan Finance Indonesia
  3. Summit Oto Finance
  4. Adira Dinamika Multifinance
  5. Federal International Finance
  6. Astra Sedaya Finance
  7. Bussan Auto Finance
  8. Austindo Nusantara Finance
  9. Ge Finance Indonesia
  10. BTMU-BRI Finance
Kesimpulan :
Dengan semakin berkembangya dunia bisnis, maka semakin banyak perusahaan yang terjun ke dunia bisnis. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terjun ke dunia bisnis, maka semakin banyak kebutuhandana dan modal yang harus dipenuhi oleh berbagai perusahaan. Hal tersebut mendorong industri bisnis yang bergerak dalam bidang pembiayaan yang disebut lembaga pembiayaan. Leasing termasuk dalam lembaga pembiayaan.



Sumber :
http://ilmupembiayaan.info/59/
http://www.pinjaman-uang.com/2007/08/pihak-yang-terlibat-dalam-leasing.html\
http://www.danatunai.org/p/info-kredit-pt-asia-multi-dana-finance.html

Pentingnya Asuransi Kesehatan

    Dalam perencanaan keuangan, asuransi memiliki peranan penting dan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam rencana keuangan. Rencana keuangan yang baik, selain berisi cara mencapai tujuan keuangan juga harus memperhitungkan segala risiko yang mungkin terjadi. Risiko itu bisa jadi dapat menggagalkan semua rencana keuangan yang telah disusun.
   Ada empat jenis asuransi yang wajib ada dalam perencanaan keuangan yang sehat. Selain Asuransi Jiwa, Asuransi Properti (bagi mereka yang telah memiliki properti) dan Asuransi Kendaraan (bagi mereka yang telah memiliki kendaraan), ada juga Asuransi Kesehatan yang wajib ada dalam rencana keuangan.
   Asuransi Kesehatan penting bagi setiap orang guna melindungi dirinya dan keluarganya dari risiko keuangan yang disebabkan oleh biaya medis yang tinggi. Membayar dari dana sendiri untuk perawatan di rumah sakit, walaupun untuk waktu yang singkat, bisa menjadi sangat mahal.
   Bila dananya tidak ada, besar kemungkinan dana yang sudah disiapkan untuk tujuan lain akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, sehingga rencana keuangan yang sudah disusun bisa menjadi berantakan. Inilah pentingnya Asuransi Kesehatan, karena tidak seorang pun yang bebas dari risiko sakit. Bila hal itu terjadi, maka Asuransi Kesehatan memungkinkan seseorang atau anggota keluarganya untuk menerima perawatan medis yang diperlukan jika mengalami sakit tanpa harus mengganggu kesehatan keuangan. Asuransi Kesehatan memberikan ketenangan pikiran dan meminimalkan risiko keuangan karena harus melakukan pembayaran besar untuk penyedia layanan kesehatan bila mengalami sakit.
  Berbeda dengan Asuransi Penyakit Kritis yang membatasi jenis penyakit dan derajat penyakitnya, Asuransi Kesehatan tidak membatasinya. Apapun penyakit Anda, selama Anda dirawat di rumah sakit yang terdaftar dalam polis maka berhak untuk mendapatkan penggantian biaya perawatan. Pembatasan yang ada, seperti juga di Asuransi Penyakit Kritis, hanyalah padaplafond pembayarannya.
 Oleh karena itu Asuransi Penyakit Kritis dalam perencanaan keuangan bersifat optional atau tidak wajib. Perlindungan pertama dari resiko sakit adalah dalam bentuk Asuransi Kesehatan, karena produk ini meng-cover seluruh jenis penyakit dan tidak membedakan derajat penyakitnya. Asuransi Penyakit Kritis adalah perlindungan berikutnya, berfungsi mengantisipasi risiko seseorang kehilangan pekerjaan akibat menderita penyakit kritis yang harapan hidupnya tersisa 1 tahun.
    Bila sudah memiliki fasilitas Asuransi Kesehatan dari tempat Anda bekerja dan sudah merasa cukup dengan cakupannya, maka tidak memerlukan Asuransi Kesehatan tambahan. Bila Anda merasa asuransi dari fasilitas kantor tersebut tidak memenuhi harapan, maka Asuransi Kesehatan tambahan untuk menutupi kekurangan tersebut boleh dibeli.

Kesimpulan :
Asuransi Kesehatan merupakan asuransi yang sangat penting bagi semua orang. Dengan adanya asuransi kesehatan, maka kehidupan kita akan lebih terjamin. Sakit bisa datang kapan saja tanpa sepengetahuan kita, kemungkinan seseorang sakit itu sangat besar dan bisa datang kapan saja. Dengan adanya asuransi kesehatan, maka kita akan mendapatkankan pengganti biaya perawatan. 



Sumber :
Benny Raharjo |Planning Director|@quaddrant
http://www.qmfinancial.com/peranan-penting-asuransi-kesehatan/